Tags

, ,

Reposting artikel menarik nih, semoga bisa jadi bahan renungan juga buat kita…..

Mengejar kesuksesan dan kebahagian dengan berpikir positif saja memang bisa berhasil. Namun, hasilnya akan lebih optimal jika kita menggunakan perasaan positif dan menyelaraskannya dengan pikiran positif.

Berapa banyak keinginan yang tercapai ketika perasaan Anda positif alias ikhlas? Sebaliknya, ketika perasaan Anda negatif alias dipenuhi nafsu dan emosi, apa yang Anda rasakan? Makin jauh dari “kemudahan”? Benar sekali.

Bayangkan ketika kita berada di zona nafsu. Kita selalu diliputi rasa cemas, takut, dan penuh amarah. Alhasil, kita seperti kehabisan tenaga. Semangat pun tak banyak tersisa karena zona ini memang diselimuti energi rendah. Sementara, ketika hati terasa lapang dan ikhlas (positive feeling), kita akan merasa penuh tenaga. Karena memang energi yang menyelimuti zona ikhlas adalah berbagai perasaan positif yang berenergi tinggi seperti rasa syukur, sabar, fokus, tenang dan bahagia.

Nah, perasaan-perasaan ini yang menjadi sistem navigasi hati kita. Sistem yang memberitahu kita untuk selalu berada di “jalan benar” menuju tujuan. Permasalahannya, bagaimana agar kita selalu merasakan positive feeling ini? Jangan khawatir, ada rahasianya, kok….

1. Geser Keseriusan Menjadi Keasyikan
Ketika kepala penuh dengan hal-hal serius, segala sesuatu akan terasa sulit dicapai. Coba geser keseriusan di kepala menjadi keasyikan di hati. Tarik napas dalam, embuskan perlahan. Tekan tombol rileks di kepala, senyum di wajah dan tenang di hati. Rasakan pelan segala urusan jadi begitu lancar dan penuh kemudahan.

2. Operasikan Pikiran Dengan Sengaja
Untuk jadi sukses, kaya atau bahagia, memang harus menciptakan pikiran yang membuat kita merasakan hal tersebut. Ubah kalimat “Saya ingin bahagia” menjadi “Saya sudah merasa bahagia” (dengan semua yang kita punya). Memang sulit dilakukan. Kebanyakan orang belum terbiasa puas dengan apa yang mereka punya. Namun, karena ini masalah kebiasaan, Anda hanya perlu berlatih.

3. Fokus Tapi Damai
Salah satu sebab kita mudah terbawa ke zona perasaan negatif adalah terlalu sering memaksa atau menuntut banyak dari diri kita sendiri. Memaksakan diri terus bekerja hingga energi habis, padahal kita hanya punya satu badan, dua tangan, dan dua kaki. Setelah lelah mendera, kita juga masih berharap bisa bersikap riang dan menyenangkan orang lain. Berbahagialah, apa pun situasinya dan izinkan diri Anda beristirahat. Setelah tubuh segar, perasaan pun akan kembali positif.

4. Menyetel Perasaan Positif
Perhatikan satu obyek yang menyenangkan di sekitar Anda (bisa barang, orang atau situasi). Rasakan benar-benar selama 2-3 menit betapa beruntungnya Anda memilikinya. Rasakan perubahan perasaan Anda. Pasti jadi lebih enak dan positif. Pindahkan perhatian Anda pada obyek lain dan lakukan hal yang sama. Lakukan sepanjang hari dan jagalah perasaan enak ini selama mungkin sambil beraktivitas. Semakin sering Anda melatih perasaan positif ini, makin berkurang perasaan tak enak di hati.

5. Selaraskan Pikiran Dengan Perasaan
Jika kehendak hati tidak sinkron dengan kehendak pikiran, biasanya muncul keraguan. Ini sama saja Anda menyabotase harapan untuk mencapai sesuatu tersebut. Anda perlu berlatih menyelaraskan pikiran dengan perasaan. Caranya, ubah kalimat “Saya ingin langsing” yang terasa kaku dengan “Rasanya lebih enak ya, kalau saya langsing” yang terasa lebih sejuk di hati.

Mulai sekarang, mari kita prioritaskan diri kita bersama untuk merasa positif sebelum melakukan apa saja. Dengan positive feeling ini, sukses dan kebahagiaan hanya tinggal masalah waktu. Ilmu pengetahuan berhasil membuktikan bahwa kualitas elektromagnetik jantung 5000 kali lebih kuat daripada otak. Dengan kata lain, jika positive thinking memakaia tenaga 1 watt, maka positive feeling memakai tenaga 5000 watt. Itu sebabnya, positive feeling lebih kuat dibandingkan positive thinking.