Tags

, , , , ,

Setiap orang pasti pernah mengalami saat-saat sulit dalam menjalani kehidupannya. Kadang kesulitan itu membuat seseorang frustasi, bingung, stres, panik, putus asa dan sikap negatif lainnya. Tak jarang ketika kesulitan hidup itu datang hati berubah gundah dan justru menjadikan orang tersebut menjadi lemah. Saya teringat suatu kisah yang dapat di jadikan bahan renungan, khususnya buat saya agar menjadi lebih tabah, sabar dan selalu bersemangat, semoga bisa bermanfaat juga buat anda. Berikut kisahnya……

Suatu hari, seseorang mengamati pergerakan seekor (bakal) kupu-kupu yang berusaha keluar melewati lubang kecil dari sebuah kepompong Setelah sekian lama terus berjuang sampai suatu saat terhenti dan tanpa ada kemajuan sedikitpun. Setelah sekian lama menunggu dan tidak ada perubahan yang berarti, orang tersebut berinisiatif membantunya dengan cara memperlebar jalan keluar bagi sang kupu-kupu. Sehingga kupu-kupu dapat keluar dengan mudahnya. Kupu-kupu keluar dengan badan yang menggembung, pendek dan sayapnya kusut.

Detik demi detik ia cermati dengan penuh harap agar sayap kupu-kupu tadi bisa mekar dan mengembang untuk kemudian segera terbang . Lama ditunggu, tidak terjadi juga apa yang ia harapkan. Sang kupu-kupu hanya bisa merayap ke sana kemari dengan tubuh yang masih menggembung dan sayap yang kusut. Hingga sang kupu-kupu menjadi lebih tidak berdaya dan akhirnya MATI.

Apa yang sebenarnya terjadi ?

Ternyata di balik keinginan baik orang tersebut, sebenarnya ia tidak tahu bahwa perjuangan sang kupu untuk melewati sempitnya lubang kepompong merupakan kehendak Allah SWT agar kupu-kupu tersebut menjadi lebih kuat dan sebagai jalan untuk menyalurkan cairan dari tubuh kupu-kupu ke dalam sayapnya, sehingga membentuk sayap yang siap untuk terbang

Hikmah yang bisa diambil…

  • Cerita ini memberikan gambaran Jika Allah SWT membiarkan kita menjalani kehidupan tanpa adanya kesulitan, hal itu akan membuat kita kerdil dan lemah, tidak pernah bisa “terbang”. Untuk itu berusahalah dengan keras dan berdoa lah niscaya kesulitan itu akan menjadi kemudahan yang tidak ber-kesudahan.
  • Cerita ini juga memberikan contoh bila anda memberikan pertolongan dengan tidak bijak dan jeli, ibarat anda memberikan bom waktu kepadanya, yang pada saatnya nanti akan meledak dan membuat yang di tolong akan semakin tidak berdaya.

Untuk itu Ikhtiar.. Ikhtiar…Ikhtiar dan Berdoalah…. Ingatlah…
Selama ini, kita menerima bukan apa yang kita minta…Justru Allah memberikan apa yang kita perlukan

Bukankah Kami telah melapangkan untukmu dadamu?; Dan Kami telah menghilangkan dari padamu  bebanmu; yang memberatkan punggungmu?; Dan Kami tinggikan bagimu sebutan (nama)mu.; Karena  sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan; sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. ;Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain, ;dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap.” (QS 94:1-8)

Semoga Bermanfaat

ratdix