Tags

, , ,

Salam Linuxer

img_5548_toshiba_ce_hdd Kita tahu bahwa saat ini, berdasarkan interface-nya Hardisk (Selanjutnya akan saya singkat menjadi HDD) dapat dibagi menjadi 3 macam, yaitu yang menggunakan IDE, SCSI dan menggunakan SATA.

Di Linux untuk pembagian HDD sebenarnya tidak terlalu sulit. Tidak seperti Di Microsoft Windows, yang menamakan setiap partisi file system hardisk ( FAT32) dengan sebutan drive dan melambangkan dengan huruf (dimulai dari C), Sebagai contoh :

Contoh 1: Apabila didalam komputer anda memiliki 1 HDD dengan 4 buah partisi dengan file system windows, maka dapat di pastikan anda akan memiliki 4 buah Drive yaitu Drive C, D, E dan F. tidak peduli anda menggunakan interface IDE, SCSI maupun SATA semua akan di anggap sama.

Contoh 2: Apabila anda memiliki 2 buah hardisk dan masing-masing hardisk di buatkan 2 buah partisi dengan file system Windows, maka dapat di pastikan anda juga akan memiliki 4 buah Drive yaitu Drive C, D, E dan F. tidak peduli anda menggunakan interface IDE, SCSI maupun SATA semua tetap akan di anggap sama.

Sekarang apakah anda dapat melihat perbedaan tata nama drive di Microsoft Windows pada ke dua contoh diatas…..?

Lalu seperti apakah linux akan memberikan tata nama untuk setiap (partisi) harddisk pada systemnya….?

Di Linux untuk pembagian HDD sebenarnya tidak terlalu sulit. Untuk lebih mempermudah, Kita akan mulai membahas dari HDD yang berinterface IDE terlebih dahulu.

Umumnya, IDE terbagi menjadi 2, yaitu Primary dan Secondary. Nah, dari masing-masing IDE tersebut, dibagi lagi menjadi 2, yaitu master dan slave. Jadi urutannya akan menjadi seperti ini:
Primary Master (hda)
Primary Slave (hdb)
Secondary Master (hdc)
Secondary Slave (hdb)

Sekarang anda akan melihat kalau urutan interface HDD di Linux dilambangkan dengan huruf a, b, c dan d.

Tetapi, perlu diingat juga, bahwa masing-masing HDD dapat juga dipartisi lebih dari 1. Nah, partisi sendiri bisa terdiri dari Primary Partition dan Extended Partition, yang terdiri dari beberapa logikal partisi.

Di Linux, setiap partisi dilambangkan dengan angka. Contoh, hda1 artinya Primary Partition pertama pada Primary Master HDD. Untuk lebih jelasnya, perhatikan penjelasan di bawah ini:

Apabila anda memiliki 3 buah hardisk (2 hardisk anda tancapkan pada slot primary sedangkan HDD sisanya pada slot Secondary) dan masing-masing hardisk di buatkan 4 buah partisi dengan file system linux, Maka Linux anda akan memberikan nama sbb :

Primary Master (HDD pertama)
Primary Partition #1 (hda1)
Primary Partition #2 (hda2)
Extended Partition (hda5)
Logical Partition #1 (hda6)

Primary Slave (HDD kedua)
Primary Partition #1 (hdb1)
Extended Partition (hdb5)
Logical Partition #1 (hdb6)
Logical Partition #2 (hdb7)

Secondary Master (HDD ketiga)
Primary Partition #1 (hdc1)
Extended Partition (hdc5)
Logical Partition #1 (hdc6)
Logical Partition #2 (hdc7)

Anda lihat contoh di atas, ternyata untuk extended partition dimulai dari 5, dan logical partition juga dimulai dari 6.

Dari mana angka tersebut…. ?

Primary partition itu berjumlah maksimal 4 buah. Nah, di Linux, hda1 sampai dengan hda4 itu melambangkan primary partition di Primary Master HDD.

Untuk HDD yang bertipe SCSI dan USB-HDD ataupun USB Flash Disk, maka kode mountingnya adalah sda, sdb, dsb. Jadi perbedaannya hanyalah di huruf pertama saja yang diawali dengan huruf “s”, dimana untuk IDE diawali dengan huruf “h”. Selebihnya sama kok…😀

(Catatan : File system hardisk = Harddisk yang di partisi kemudian di format menggunakan file system, biasanya file system windows adalah FAT, FAT32 dan NTFS. Sedangkan biasanya file system Linux adalah EXT2, EXT3, REISERFS, dll)

Semoga Membantu

Ratdix