Tags

, , , , ,

blues

Salam Shredders….

Sudah lama saya tidak sharing-sharing tentang gitar🙂. Kali ini saya akan share sedikit pengetahuan saya tentang blues, karena ini adalah gendre musik yang menurut saya sungguh unik, bukan hanya sekedar  scale, pattern dan skill saja yang di butuhkan tetapi juga “Feel”.

Yup…. Feel=Rasa=Perasaan anda=Felling Anda=(Saya lebih menyukai istilah) “Jiwa Blues Anda”. Justru inilah yang sulit sekali karena untuk mematangkan feel ini bukan hanya bardasarkan skala dan teori saja tapi berdasarkan latihan. (jujur saya sendiri belum bisa mendapatkan feel tersebut) Feel ini lah yang nantinya dapat menentukan cita rasa blues yang anda mainkan.

Memang benar sekali bahwa Blues juga memiliki acuan scala yang akan lebih terasa bila dimainkan dengan kombinasi tehnik seperti banding, vibra, sliding, dll. Tapi bagi sebagian orang yang telah memiliki “Feel Blues” maka disetiap situasi permainan dapat di pastikan dia akan sangat sukses menyempilkan nada-nada blues yang indah.

Sedikit sejarah yang saya pelajari, ternyata Blues sendiri berasal dari orang-orang kulit hitam afrika yang dijadiin budak oleh orang kulit putih. Banyak diantara mereka dijadikan pekerja tambang yang setiap hari menggunakan kereta tambang (semacam lokomotif yang cara jalannya harus di’pompa’). Nah dari sinilah rhythm / tempo dan ketukan blues itu didapatkan, karena yang biasa mereka dengar itu suara kereta yang bunyinya… jek..jek jek…jek jek…jek jek… Pola dan tempo yang teratur itu secara tak sadar menjadi pondasi dari rhythm blues, makanya basic pattern untuk blues kayak bunyi kereta. Selanjutnya berkembang ketika perbudakan mulai dilarang, kulit hitam masih diburu, digantung, disiksa dan lebih buruk lagi. Waktu itu adalah masa yang sangat buram dan menyedihkan. Sehingga banyak budak-budak yang menyanyikan lagu secara “Asal” dan terdengar murung , sedih (bayangkanlah feelnya) dengan suara yang mengayun sendu menggunakan satu vocal sebagai ratapan dan hiburan bagi mereka. Blues semakin berkembang menjadi musik spiritual dan pujian yang muncul dari komunitas mantan budak-budak tersebut di AS. Hingga akhirnya teori dan penggunaan blue note pun muncul menerapkan pola call-and-response di mana dua kalimat diucapkan/dinyanyikan oleh dua orang secara berurutan dan kalimat keduanya bisa dianggap sebagai “jawaban” bagi kalimat pertama.

Ooooohh begitu toh mas sejarahnya…..? Lalu tahapan awal yang paling baik agar saya dapat belajar blues gimana mas….?

Menurut saya sih kembali lagi ke “feel” tadi, sekarang coba anda bayangkan sedang berada di dalam kereta yang sedang berjalan stabil (tidak terlalu ngebut he..he.. kereta ngebut tuh seperti apa yah… pokoknya gitu deh), lalu anda dengarkan suara kereta yang di hasilkan, dengarkan secara lebih dalam…. Lebih dalam lagi… sehingga anda mendapatkan “feel” tempo yang asik lalu mulailah melatih nada-nada blues dari “feel” yang anda dapat.

Mmmmmhhhff masih susah mas, nada-nadanya seperti apa bentuknya masih blom ngeh, walaupun ketika mendengarkan suatu musik bisa menyimpulkan kalau itu blues tapi kalau suruh memainkan sendiri tetep gak dapet tuh feel-nya….?

It’s Ok, nggak masalah. Asal anda sudah tau tempo iramanya saja kita dapat langsung masuk ke teori dan praktek. Sekarang coba anda buat tempo tadi menjadi 12 Bar karena indah sekali musik blues ini bila di mainkan secara looping (berulang) 12 bar dab 8 Bar. Lalu…..

Tunggu dulu mas, “Bar” itu apa yah….? Bisa tolong jelaskan dulu….?

Wwwaaaaaaa…… bakal panjang neeh bahasannya…. #^@#&^@#
Gini deh… dalam sebuah musik, pasti terdiri dari banyak bar, setiap bar itu mempunyai tempo/ketukan, ada musik yang dari awal sampai akhir memiliki ketukan yang sama, misalnya birama 4/4 :

bar

Dari gambar diatas, kita melihat partiture yang di bagi menjadi 4 kolom/pembatas, nah masing-masing kolom itu di namakan bar, sedangkan angka 1 dampai 4 di dalam tiap-tiap bar itu dinamakan ketukan, sehingga dalam contoh birama 4/4 terdiri dari 4 ketukan dalam setiap bar-nya. Sekarang anda sudah ngerti kan apa yang di maksud dengan bar..

Ok, mas sekarang saya sudah ngerti tentang “Bar”. Lalu tadi kan mas memberikan contoh birama 4/4, apa bedanya dengan birama 6/8 atau 8/16 dan lainnya mas… lalu ketukan standart itu panjangnya selama apa yah… mohon di jelaskan sekalian….

Mmmmhh sudah saya bilang-kan kalau pembahasannya akan menjadi panjang, Jangan salahkan saya kalau anda menjadi pusing dan nggak jadi belajar blues gara-gara materi yang melebar pembahasannya. Ok, deh.. saya akan jelaskan dengan semudah-mudahnya yah, semoga anda bisa ngerti dan nggak banyak tanya lagi😛

  • Dalam birama 4/4. Angka ‘4’ yang atas (disebut pembilang) menunjukkan ada ‘4’ ketukan dalam setiap ruangan birama (bar), sedangkan angka ‘4’ yang dibawah (disebut sebagai penyebut) menunjukkan not yang nilainya satu ketukan=¼
  • Dalam birama 6/8. Angka ‘6’ yang atas (disebut pembilang) menunjukkan ada ‘6’ ketukan dalam setiap ruangan birama (bar), sedangkan angka ‘8’ yang dibawah (disebut sebagai penyebut) menunjukkan not yang nilainya satu ketukan=1/8
  • Untuk yang 8/16 saya rasa sekarang anda sudah bisa menjawabnya sendiri kan… dan saya coba ajukan pertanyaan untuk anda, dari contoh-contoh di atas yang tempo musik yang mana paling cepat….?

Nah kalau anda ingin tahu ketukan dari not bernilai ¼ atau 1/8 maupun 1/16 anda mencoba sendiri saja deh menggunakan metronom atau alat sejenisnya… Deal kan…..?

Ok, Mas… Sekarang bisa di lanjutkan lagi materi blues dasarnya…..

Ok… Saat ini kita akan mempelajari pola dasar rythem dari blues dulu, seperti apa pola rythemnya dan bagaimana menentukan pathnya dalam setiap root yang berbeda.

Rhythm Blues paling mendasar dan sangat umum menggunakan 12 bar dan 8 bar yang disebut Stright Eight. Anda dapat mencari pola rhythm-nya menggunakan skala mayor lalu ambil nada ke I – IV – dan V dari skala mayor sehingga anda mendapatkan progresi chord tonik (I), sub-dominant (IV) dan dominant (V) atau bisa anda buat menjadi dominant ke-7 (V7) Lihat tabel berikut :

skala

Sehingga untuk Root (kolom hijau warna hijau) do = C maka rythem di kunci C – F – G (atau G7). Sedangkan bila root Do = A maka rythem di kunci A – D – E (atau E7)

Sekarang anda bisa praktekkan pola rythem blues dasar selama 12 bar dengan kunci A sebagai root. Silahkan di coba :

12bar

Anda sudah mengerti pola rythem blues (Basic) walaupun masih sangat sederhana tetapi saya harap pengenalan ini sudah dapat sedikit mengantarkan anda ke “Feel” blues. Artikel selanjutnya kita akan praktekkan beberapa variatif yang dapat di gunakan berdasarkan pola ini.

Semoga membantu

ratdix